Taman
Kanak-Kanak
Aku disekolahkan oleh Ibu di salah
satu Taman Kanak-Kanak dekat rumah ku.
Disinilah aku mendapatkan prestasi ku.mengucap syair,yaa syair.disini Aku berlatih keras mulai dari lomba tingkat se ke-camatan Ciracas.Aku mendapat Juara 1,Lalu lanjut tingkat Wali Kota Aku meraih Juara 2.
Disini lah aku merasakan indahnya menjadi anak-anak.Aku mendapatkan teman banyak.ada Shita yang terkenal tomboy,ada Zafir terkenal dengan cadelnya,ada Hanif yang terkenal dengan nakalnya,ada juga Nindy si cantik yang berhati lembut namun bergigi ompong.tapi Nindy tak membuat hatiku berdebar-debar,hanya satu orang yang membuat hati ku berdebar-debar setiap ku melihat matanya.yaa terdengar aneh memang anak sekecil itu sudah bisa merasakan bagaimana berdebar-debar.
Mungkin yang dewasa berkata ah..mustahil… tapi itu nyatanya yang kurasakan.dia bernama Wina.Wina sebenarnya tak cantik,ia pula tak baik hatinya namun entah kenapa selalu ku berdebar-debar dibuat oleh nya.acap kali ku masuk kekelas.
Disini Aku bersahabat dekat dengan Zafir karena Ibu bersahabat pula dengan Ibunda Zafir.Ia tinggal di dekat lingkungan Taman Kanak-Kanak.Ia juga berasal dari keluarga yang sederhana.
Aku punya kenangan yang sampai saat ini tak bisa kulupakan bersama Nindy.suatu hari aku ada pelajaran olahraga.Aku terjatuh terluka.Bu Anin guru ku segera membawa ku ke kantor.Aku di bersihkan luka oleh nya.lalu Aku pulang dan tiba-tiba Nindy datang menghampiri ku yang sudah berjalan duluan di depannya.
Sambil terengah-engah dia memberikan sesuatu.kertas origami yang berbentuk burung,entah apa maksudnya.Ia mengatakan lain kali hati-hati ya.Ia memberikan sambil menunjukan senyuman manisnya.dan aku pun menyusul dia di depan sambil berkata “Untuk apa ini?”.tanya ku kepadanya seraya mengerutkan dahi.
Dia bilang “Ini pertanda keberuntungan”.Nindy menjawab.dengan masih keheranan aku mengangguk saja.dan Akhirnya kami pulang bersama .Namun,origami nya hanya bertahan 2 hari yaa..origami itu hilang entah kemana. (Torheit der Liebe,Bagian 2,Taman Kanak-Kanak)
Disinilah aku mendapatkan prestasi ku.mengucap syair,yaa syair.disini Aku berlatih keras mulai dari lomba tingkat se ke-camatan Ciracas.Aku mendapat Juara 1,Lalu lanjut tingkat Wali Kota Aku meraih Juara 2.
Disini lah aku merasakan indahnya menjadi anak-anak.Aku mendapatkan teman banyak.ada Shita yang terkenal tomboy,ada Zafir terkenal dengan cadelnya,ada Hanif yang terkenal dengan nakalnya,ada juga Nindy si cantik yang berhati lembut namun bergigi ompong.tapi Nindy tak membuat hatiku berdebar-debar,hanya satu orang yang membuat hati ku berdebar-debar setiap ku melihat matanya.yaa terdengar aneh memang anak sekecil itu sudah bisa merasakan bagaimana berdebar-debar.
Mungkin yang dewasa berkata ah..mustahil… tapi itu nyatanya yang kurasakan.dia bernama Wina.Wina sebenarnya tak cantik,ia pula tak baik hatinya namun entah kenapa selalu ku berdebar-debar dibuat oleh nya.acap kali ku masuk kekelas.
Disini Aku bersahabat dekat dengan Zafir karena Ibu bersahabat pula dengan Ibunda Zafir.Ia tinggal di dekat lingkungan Taman Kanak-Kanak.Ia juga berasal dari keluarga yang sederhana.
Aku punya kenangan yang sampai saat ini tak bisa kulupakan bersama Nindy.suatu hari aku ada pelajaran olahraga.Aku terjatuh terluka.Bu Anin guru ku segera membawa ku ke kantor.Aku di bersihkan luka oleh nya.lalu Aku pulang dan tiba-tiba Nindy datang menghampiri ku yang sudah berjalan duluan di depannya.
Sambil terengah-engah dia memberikan sesuatu.kertas origami yang berbentuk burung,entah apa maksudnya.Ia mengatakan lain kali hati-hati ya.Ia memberikan sambil menunjukan senyuman manisnya.dan aku pun menyusul dia di depan sambil berkata “Untuk apa ini?”.tanya ku kepadanya seraya mengerutkan dahi.
Dia bilang “Ini pertanda keberuntungan”.Nindy menjawab.dengan masih keheranan aku mengangguk saja.dan Akhirnya kami pulang bersama .Namun,origami nya hanya bertahan 2 hari yaa..origami itu hilang entah kemana. (Torheit der Liebe,Bagian 2,Taman Kanak-Kanak)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar