Rabu, 11 Januari 2017

Kotak Musik Part1

                     


Prolog

Aku Sholah,yaa mungkin nama yang membosankan untuk kalian yang hidup di zaman modern 2000-an.
Tapi Aku bersyukur dengan nama yang kupunya.Karena sesungguhnya bukan namaku lah yang hanya di syukuri,tetapi hidup ku juga harus disyukuri.karena Aku salah satu bayi yang masih di beri penghidupan.Aku lahir Prematur,Aku pula harus di incubator di rumah sakit.karena katanya Aku termasuk bayi biru.
Aku hidup dari Ayah sederhana,dan Ibu pula yang sederhana.Ayah ku berasal dari Jakarta.asli Betawi tulen.Aku lahir di pinggiran Jakarta yang tak lagi ramah terhadap pribumi aslinya.Aku berasal pula dari keluarga yang terpojokkan dari lingkungan,dari tetangga.
Yaa…itulah hidup.hanya melihat dari tampak luar seseorang,dari baju yang kita kenakan,dari pangkat yang kita kenakan,dan kemewahan emas yang kita umbar.semua hanya menilai sedemikian.ironis di negri ku yang terkenal gotong royong dan gemah ripah loh jinawi,tapi sekarang mulai tergerus oleh perkembangan teknologi yang pesat.dan lebih memilih berkehidupan seperti itu.Tapi aku masih percaya masih ada orang yang mempertahankan tradisi nenek moyang Bangsa yang beradab ini.Bangsa yang dikenal kaya raya tak hanya Sumber Daya Alaminya,tetapi kaya akan Tradisi dan Budaya tak lupa gotong-royong dan gemah ripah loh jinawi.
Aku tinggal di pinggiran Jakarta yang masih ada unsur kampung.akan tetapi,juga ada hirup pikuk kota yang mendampingi nya disini.
Ciracas..yaa Ciracas tempat kelahiran ku.daerah pinggiran yang mungkin hanya sebagian orang tahu daerah ini.tapi di sini lah cerita itu terjadi cerita cinta,mimpi,&kehidupan untuk kami orang pinggiran terjadi.
                                                                               (Torheit der Liebe,Bagian 1,Prolog)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar